HUT ke-14 Pemkab Humbahas Dirayakan, Trimedya Panjaitan: Bupati Harus Datangkan Investor


Doloksanggul –Perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-14 Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) dirayakan di Lapangan Merdeka Doloksanggul, Sabtu (29/7). Sebelum acara puncak dilaksanakan, lebih dulu digelar rapat paripurna istimewa di gedung DPRD Humbahas, Komplek Perkantoran Tano Tubu Doloksanggul. Tema perayaan  “Mari Kita Wujudkan Humbang Hasundutan Hebat dengan Kerja Keras, Kerja Cerdas, dan Kerja Serius,”.
Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor dalam sambutannya menyampaikan permohonan kepada Pemprovsu minta dukungan dana perbaikan panggung terapung yang saat ini sudah berada di Bakkara. Panggung terapung memerlukan perbaikan agar dapat dipergunakan pada acara pembukaan Festival Danau Toba ke-5 pada Desember 2017 , di mana Humbahas sebagai tuan rumah.

“Kabupaten Humbang Hasundutan merupakan salah satu kawasan strategis Danau Toba dan memiliki peninggalan sejarah, seni dan budaya dan makam Raja Sisingamangaraja XII, pahlawan nasional. Pada kesempatan ini, kami bermohon agar bapak kiranya berkenan mengalokasikan anggaran untuk penataan objek-objek wisata di sekitar Danau Toba di Kecamatan Baktiraja, Parlilitan dan Tarabintang,” tukasnya.

Lebih lanjut bupati menyampaikan, saat ini Pemkab Humbahas sedang menggalakkan program ekonomi kerakyatan melalui produksi pertanian rakyat yang direspon dengan dukungan nyata dari pemerintah pusat. Sejak tahun 2016 sampai Juni 2017, Pemkab Humbahas telah menerima berbagai alat mesin pertanian seperti hand traktor 179 unit, corn sheller 10 unit, combine harverster 15 unit, traktor besar 6 unit, rice transplanter 8 unit, cultivater 9 unit, excavator mini 2 unit, dan traktor roda empat 7 unit.

Saat ini juga kata dia, pemerintah pusat memprogramkan seluas 144.000 hektare pertanaman jagung di provinsi Sumut. Humbahas  mendapat alokasi seluas 11 ribu Ha. “Berdasarkan hasil koordinasi Pemkab Humbahas, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman akan menyerahkan 20 unit traktor besar 90 PK dan 5 unit excavator. Hal ini merupakan wujud nyata dukungan pemerintah pusat dalam meningkatkan pertanian khususnya pertanaman padi, jagung dan keledai di Humbahas,” kata Dosmar.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Trimedya Panjaitan SH MH didampingi Anggota Komisi III DPR RI Dr Junimart Girsang SH MH mengatakan, jumlah penduduk Humbahas sekitar 200.000 jiwa yang berada di 10 kecamatan, tapi baru tiga kecamatan bisa diandalkan. Kata Ketua DPP PDI Perjuangan ini, ada 187 kepala daerah yang diusung PDI Perjuangan se Indonesia. Tapi kepala daerah yang mampu membuat terobosan pembangunan adalah Gubernur DKI Jakarta ketika dipimpin Ahok dan Wali Kota Surabaya Risma.

Ditegaskannya, kepala daerah yang berhasil adalah yang mampu membawa investor ke daerahnya, bukan karena kemampuannya membawa dana APBN dan APBD. Di usianya yang ke 14, belum ada hotel yang representatif di Humbahas khususnya di  Doloksanggul, yang ada masih di Samosir, Taput dan Tobasa untuk kawasan Tapanuli Raya.

Di masa kepemimpinan  Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor yang hampir dua tahun belum ada hotel yang representatif  dan belum ada investor yang masuk untuk membangun hotel. Karena hotel sangat diperlukan di suatu daerah khususnya Humbahas untuk penginapan para pendatang yang melancong, khususnya anak perantau yang pulang kampung. Maka diharapkannya, di sisa masa jabatan pasangan Bupati Dosmar Banjarnahor dan Saut Simamora yang masih tiga tahun lagi diharapkan ada dibangun hotel representatif di Humbahas.

“Bupati dan wakil bupati harus menunjukkan hasil kerjanya kepada masyarakat supaya bias  dipilih kembali pada periode berikutnya. Tutupilah segala kekurangan yang ada dan lengkapilah dengan apa yang menjadi prioritas pembangunan. Ikon Doloksanggul dengan daging kudanya sudah bagus, tapi sekarang kudanya didatangkan dari daerah lain. Kembalikanlah jati diri Humbahas ke sedia kala,” tegasnya.Trimedya yang merasa bangga antara bupati dan wakilnya masih kompak dalam memimpin Humbahas, karena kebanyakan kepala daerah tidak harmonis setelah memimpin selama satu tahun. Untuk itu dia berpesan di dalam kekompakan itu, bupati dan wakil bupati harus bias membuat terobosan-terobosan penting dalam membangun Humbahas.
Gubsu Ir HT Erry Nuradi dalam sambutannya mengatakan, memperingati suatu peristiwa sejarah perayaan hari jadi daerah adalah suatu hal yang wajar dan pantas sebagai momentum evaluasi, koreksi dan introspeksi atas hasil-hasil kinerja yang telah dicapai. Evaluasi dimaksud diperlukan untuk mengukur seberapa jauh capaian kinerja yang menjadi tanggungjawab bersama.”Koreksi diperlukan karena tantangan yang kita hadapi sangat berat dan beragam, sehingga kondisi riil di lapangan kadang-kadang tidak sejalan dengan program yang kita tetapkan. Sedangkan introspeksi dibutuhkan karena kita sebagai manusia tidak luput dari alpa dan lupa, salah dan khilaf,” kata Gubsu.

Sementara itu, Kapoldasu Irjen Pol Paulus Waterpauw   menyampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bupati Humbahas, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama yang telah memakaikan kepada mereka (Kapoldasu dan Wakasad TNI) pakaian adat Batak Toba melalui suatu prosesi khusus. “Hal ini akan menjadi memori khusus bagi kami yang kebetulan berasal dari tanah Papua yang juga memiliki banyak suku dan seragam kebesaran adat.
Saya yakin pemberian seperangkat pakaian adat ini mengandung makna dan spritual yang luar biasa,” kata Waterpauw.


Pada kesempatan itu, mantan Kapolda Papua itu juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh warga Kabupaten Humbahas, para tokoh-tokoh masyarakat, agama, adat, dan pejabat atas dukungannya dalam memelihara dan menjaga situasi Kamtibmas yang sampai saat ini relatif kondusif, sehingga program pembangunan di daerah dapat berjalan sebagaimana yang diagendakan Pemkab Humbahas.
Acara HUT ke-14 Humbahas itu dihadiri Wakasad Letjen TNI Hinsa Siburian, Wakil Ketua DPRDSU Aduhot Simamora, Wakil Bupati Humbahas Saut Parlindungan Simamora, Direktur Pemasaran BPODT Basar Simanjuntak, Direktur Kepatuhan PT Bank Sumut Yulianto Maris, Ketua DPRD Humbahas Manaek Hutasoit, Dandim 0210/TU Letkol Arm Ezra Nathanael, Kajari Humbahas Zaidar Rasepta, dan Kapolres Humbahas AKBP Nicolas Ary Lilipaly, Sekda Saul Situmorang beserta sejumlah Kapolres se Sumut.
Berikutnya, Bupati Tobasa Darwin Siagian, Bupati Samosir Rapidin Simbolon, mantan Bupati Taput Torang Lumban Tobing, Direksi PT TPL Mulia Nauli dan Leonard Hutabarat, pemrakarsa/tokoh masyarakat, ketua/wakil ketua TP PKK Humbahas, tokoh adat, agama, pemuda, ormas, LSM dan undangan lainnya.